Webinar “Ending Modern Slavery at Sea: What is ASEAN’s Role?

Perbudakan modern di laut tak kunjung surut.

Bergabunglah dengan kami di webinar “Ending Modern Slavery at Sea: What is ASEAN’s Role?” untuk membahas tentang bagaimana ASEAN dapat memainkan peran penting dalam menangani masalah tersebut.

Dalam industri penangkapan ikan di perairan jauh atau Distant Water Fishing (DWF), kondisi kerja yang tidak manusiawi terus meningkat beberapa tahun terakhir.

Media internasional menyoroti kondisi kerja nelayan migran di Asia Tenggara yang berkaitan dengan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU fishing).

Kapal-kapal nelayan tersebut menggunakan metode destruktif dan ilegal, termasuk menangkap spesies yang dilindungi seperti hiu, paus pembunuh, penyu, lumba-lumba, pari, walrus, dan anjing laut.

Para nelayan ini terpikat dengan janji-janji upah lebih tinggi oleh perantara atau agen tenaga kerja yang curang. Faktanya, mereka dipekerjakan 18-20 jam/hari dengan sedikit atau tanpa bayaran.

A worker on-board a rusting Chinese fishing vessel which appears unusable but is still in use. This is the hidden story behind pirate fishing – the conditions of near-slavery imposed by ruthless fishing companies in the rush for quick money. The men on board aren’t pirates – they’re the victims, left to rot on broken-down trawlers, half a world away from their families. Human life is cheap, and profits take priority as the workers exist in terrible conditions often waiting for crew that never arrives. Some of them at have been at sea for two years, and that their trawler hasn’t visited a port in eight.

Selain masalah upah, mereka juga mengalami pelecehan verbal dan fisik setiap hari. Kondisi terisolasi di laut dalam kurun waktu bulanan hingga tahunan membuat pelarian pun hampir mustahil.

Kapal-kapal ini gemar beroperasi jauh dari jangkauan hukum. Sang kapten kapal seringkali memerintah dengan impunitas dan melakukan perbudakan modern di laut.

Penerapan perlindungan yang lebih kuat terhadap nelayan migran oleh pemangku kepentingan terkait diperlukan untuk menjamin kesejahteraan mereka sekaligus memberantas perbudakan modern di laut.

Bergabunglah dengan kami di webinar “Ending Modern Slavery at Sea: What is ASEAN’s Role?” untuk membahas tentang bagaimana ASEAN dapat memainkan peran penting dalam menangani masalah tersebut.

Catat tanggalnya agar tidak ketinggalan:

Hari/Tanggal: Kamis, 3 Desember 2020
Waktu: 14.00 – 16.00 WIB

Jangan lupa untuk melakukan registrasi melalui tautan ini.

Tanggapan