Menilik Pulau Tunda, Pulau Kecil Tak Jauh dari Ibu Kota

pulau tunda

Pulau – pulau kecil bak berlian tertabur bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Sumberdaya alam terkandung beragam padanya. Pulau kecil pada satu sisi menjadi aset berbagai sektor pemanfaatan, namun di sisi lain umumnya pulau-pulau kecil memiliki tingkat keretanan yang tinggi dari berbagai aspek.

Pulau Tunda merupakan salah satu pulau kecil dari banyaknya pulau kecil di Indonesia. Oleh peduduk sekitar dikenal juga dengan nama Pulau Babi.

Terletak tidak jauh dari jantung pemerintahan Indonesia, Jakarta. Pulau Tunda merupakan bagian dari gugusan Kepulauan Seribu. Namun secara administratif tidak berada di bawah pemerintahan Kep. Seribu melainkan berada di bawah pemerintahan daerah Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Letak Pulau Tunda, Desa Warga Sara, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. / Gambar: Tangkapan Layar Google Map

Pulau Tunda terletak di ujung barat bagian utara Pulau Jawa. Diapit oleh Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Pulau tunda berada di utara bagian timur Selat Sunda. Masuk pada Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Di Pulau Tunda terdapat satu desa atau kelurahan Bernama Kelurahan Wargasara. Pulau Tunda memiliki luas 289,79 ha da terbagi menjadi 2 kampung yaitu kampung barat dan kampung timur.

Asal Nama Pulau Tunda

Pulau Tunda / Foto: Annisa Dian / Ocean Defender Indonesia

Tahukah kamu, asal nama Pulau Tunda berasal dari kata “Penundaan”, hal tersebut dikarenakan Pulau Tunda sering digunakan sebagai tempat transit kapal-kapal barang. Awalnya desa aini Bernama Pulau Tunda yang kemudian diganti menjadi Desa Wargasara yang memiliki arti hukum sara (kkp.go.id).

Geologi Pulau Tunda

Pantai di Pulau Tunda. / Foto: Annisa Dian / Ocean Defender Indonesia

Secara geologi, wilayah Pulau Tunda atau Desa Wargasara ini merupakan pulau vulkanik yang terbentuk dari endapan beku lava. Topografi daratan di Pulau Tunda termasuk datar (0-3 mdpl) dengan bagian barat lebih rendah 1-2 meter dari bagian timurnya (kkp.go.id).

Penggunaan Lahan Pulau Tunda

Pulau Tunda, Serang, Banten. / Foto: Annisa Dian / Ocean Defender Indonesia

Sekitar 10 hektar lahan di Pulau Tunda yang digunakan mejadi area perumahan dan fasilitas umum. Sebagian besar lahan didominasi oleh semak belukar. Terdapat vegetasi mangrove di bagian timur dan selatan pulau.

Secara tradisional penduduk juga memanfaatkan lahan untuk tanaman hortikultura seperti cabai serta tanaman perkebunan seperti kelapa, sukun, dan jambu air. Juga masyarakat mengembangkan pembesaran pohon kayu jenis albasiah.

Kepedudukan, Sosial Budaya, Kelembagaan, dan Ekonomi di Pulau Tunda

Dermaga di Pulau Tunda. / Foto: Annisa Dian / Ocean Defender Indonesia

Sebagian besar peduduk Pulau Tunda merupakan penduduk yang hidup turun temurun. Nenek moyang penduduk Pulau Tunda berasal dari pantura Kabupaten Serang terutama dari Pontang, Kabupaten Serang.

Data tahun 2012, Pulau Tunda dihuni oleh 1.115 orang penduduk dengan 364 jumlah KK. Terdiri dari 2 RW dan 4 RT.

Sebanyak 200 KK masuk ke dalam kelompok prasejahtera dan sejahtera 1. Mata pecaharian nelayan 80%, buruh tani 10% dan yang lainnya sekitar 10%. Penduduk Pulau Tunda sangat bergatung pada laut sebagai sumber ekonominya.

Perikanan tangkap sebagai sumber mata pecaharian di Pulau Tunda dilakukan dengan menggunakan pancing dan kapal kayu tradisional.

Wilayah tangkap berada di sekitar perairan Pulau Tunda dengan jenis ikan di antaranya ikan tenggiri, tongkol, kuwe, kakap, dan kerapu dengan jumlah tangkapan skala kecil. Hasil tangkapan biasanya dijual langsung kepada pengepul yang ada di Pulau Tunda.

Selain kegiatan ekonomi di atas, Pulau Tunda kini dikembangkan juga untuk wisata bahari. Namun popularitas wisata bahari Pulau Tunda masih terkesampingkan dan fasilitas wisata bahari masih terbatas.

Ekosistem Pesisir dan Biota Langka di Pulau Tunda

Di Pulau Tunda terdapat ekosistem terumbu karang. Kondisi secara umum tutupan karang hidup berkisar antara 8,96% – 42,42% dimana angka ini menunjukan kriteria buruk hingga sedang (kkp.go.id).

Ekosistem lamun yang ada di Pulau Tunda setidaknya ditemukan 5 jenis lamun. Ekosistem lamun di sebelah  utara pulau memiliki substrat berbatu dengan sedikit pasir dipermukaan dan periran yang jernih. Sebaliknya, ekosistem lamun di pesisir selatan pulau memiliki substrat pasir berlumpur dan perairan yang keruh (kkp.go.id).

Ekosistem mangrove di Pulau Tunda. / Foto: Annisa Dian / Ocean Defender Indonesia

Mangrove yang terdapat di Pulau Tunda ditemukan ada 7 jenis. Ekosistem mangrove terkumpul di sisi selatan Pulau (kkp.go.id).

Dilansir dari situs KKP sejak 2017 ditemukan beberapa biota dilindungi antara lain Kima, Penyu, Kerang Susu Bundar, dan Lumba-lumba. Kemunculan satu koloni sekitar 8 ekor lumba-lumba yang sedang melakukan proses feeding pernah teramati.

Pari Manta juga sempat dilaporkan muncul di perairan Pulau Tunda sebagaimana dikutip dari situs Pemerintah Provinsi Banten. Kejadian kemunculan Pari Manta di Pulau Tunda termasuk kejadian yang langka.***

Baca juga: Ekspedisi Pembela Lautan 2019 #5 – Cerita dari Pesisir Losari

Sumber: Situs KKP, Situs Provinsi Banten, kawanjelajah.com  

Artikel Terkait

Tanggapan