Lindungi Laut Tanpa Biaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

“People protect what they love.” – Jacques-Yves Cousteau

Kalau kata-kata Cousteau benar, semua orang yang mengatakan bahwa mereka cinta laut, akan melindungi laut.

Meskipun romantis, kita perlu sadar bahwa laut tidak hanya sekadar pantai, pasir, ombak, dan senja.

Laut menutupi 71% permukaan bumi dan mengandung 97% air yang ada di bumi. Di Indonesia sendiri, 54% persediaan protein hewani berasal dari ikan dan hewan laut. Di samping itu, laut merupakan salah satu solusi perubahan iklim.

Melindungi laut sebetulnya tidak perlu ribet, apalagi mahal. Kita bisa melakukan 3 cara ini untuk melindungi laut tanpa biaya.

  1. Pertanyakan

Mulailah melakukan pendekatan terhadap suatu masalah dengan menganggap bahwa masalah tersebut ada dengan cara mempertanyakan segala sesuatu.

Kira-kira masalah apa yang hingga saat ini masih ada di laut kita? Bagaimana laut bisa menjadi solusi perubahan iklim? Apakah status terumbu karang di laut Indonesia masih sehat? Apakah berenang bersama hiu paus itu etis? Bolehkah kita memberi makan ikan ketika sedang menyelam?

Beberapa bulan lalu, beberapa teman menyebut-nyebut isu perbudakan di laut di hadapan saya secara kebetulan. Saat itu, isu ini luar biasa asing bagi saya. Saya kemudian mulai bertanya-tanya, memangnya ada ya perbudakan di laut?

2. Klarifikasi

Setelah bertanya-tanya (yang kemungkinan besar membuat kamu pusing), cobalah melakukan klarifikasi. Klarifikasi bisa dilakukan dalam banyak bentuk: mulai dari membaca artikel atau laporan, menonton video atau film, hingga bertanya kepada teman, pacar, keluarga, senior, rekan kerja, hingga ahli.

Jangan lupa, pastikan bahwa data dan informasi tersebut valid!

3. Bagikan

Jangan mau pintar dan sadar sendirian. Kalau jawaban-jawaban dan kesimpulan sudah di tangan, lakukan hal penting lainnya yaitu bagikan.

Alasan saya memulai aktivisme di bidang lingkungan dimulai karena sebuah kebetulan melihat unggahan foto salah seorang traveller terkait bahaya elephant riding di Instagram.

Dari sana, saya mulai mempertanyakan kebenaran hal tersebut dan melakukan klarifikasi. Siapa yang mengira hal sesimpel itu dapat menginspirasi dan memotivasi maupun mengubah jalan hidup orang lain?

Nah, pada dasarnya, ada banyak cara untuk membagikan pengetahuan yang kamu punya.

Kalau kamu menggunakan media sosial, follow akun-akun yang membahas isu lingkungan termasuk laut dan sering-seringlah berbagi.

Aktivismemu bisa dimulai dari sebuah tombol ‘share’.

Kalau kamu suka menulis lagu dan menyanyi, melukis, menari, memotret dan membuat video, atau bermain teater, buat konten-konten bertema laut dan sering-seringlah berbagi.

Sisi Aktivisme-mu bisa dimulai dari lirik lagu, guratan kuas, koreografi tari, komposisi foto maupun konten video, serta sandiwara lakon.

Kalau kamu seperti saya yang lumayan tidak bisa diam dan banyak bicara, bergabunglah dalam suatu komunitas atau organisasi yang membuatmu berkumpul dengan orang-orang yang punya tujuan dan pemikiran yang sama.

Dari situ bisa memberimu kesempatan untuk berbagi melalui pembicaraan dan diskusi kecil. Bicaralah satu sama lain, lalu bicaralah kepada khalayak ramai.

Tanpa komunitas maupun organisasi, kamu juga bisa berbagi dengan bicara dengan teman, pacar, keluarga, tetangga, rekan kerja, bos, hingga mantan.

Aktivismemu bisa dimulai dari sepatah-dua patah kata yang kamu sampaikan.

Pada akhirnya, kamu selalu punya kesempatan untuk melindungi laut dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Aktivismemu sebagai bagiannya bisa dimulai dari mana saja dan bahkan tanpa biaya.

Selamat mencoba!

Profil Penulis

One Response

  1. cukup bagus sdh menulis.sy sdh memasuki 8 tahun tidak menulis tapi sy melakukan penyelamatan telur penyu untuk di tetaskan dan dilepaskan kembali ke laut.
    Tampa ada biaya oprasioanal dari pemerintah seribu rupiahpun tentu ini pekerjaan gila dan sangat gila menurut teman sy.hanya ini mungkin juga sekedar berbagi.

Berikan tanggapan kamu untuk tulisan ini

Baca Juga Artikel Ini

Gagasan

Manusia Bahagia Melindungi Bumi

Komunitas

World Clean Up Day 2019 di Pulau Weh-Sabang

Artikel

Sepenggal Cerita Dibalik Keindahan Pulau Aceh dan Sabang

Komunitas

Save Coral Pulau Weh Campaign