Pesona Bahari Bali, Keindahan Lokal yang Mendunia

“Jelajahi sudut samudera dan temukan keindahan di dalamnya. Jaga dan lestarikan lautan bukti cinta manusia pada  alam

Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan hanya terdapat 7.000 pulau yang berpenghuni. Terdapat 5 pulau utama yaitu Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Selain itu Indonesia juga memiliki pulau-pulau kecil seperti Bali, Karimunjawa, Gili dan Lombok yang menjadi destinasi wisata lokal maupun internasional. Salah satu pulau yang sangat mendunia dan banyak didatangi para turis mancanegara yaitu Pulau Bali. Secara geografi, Pulau Bali terletak di sebelah timur Pulau Jawa dan sebelah barat Pulau Lombok. Jarak dengan ujung paling timur Pulau Jawa yaitu 1,6 km yang dipisahkan oleh Selat Bali.

Keindahan Selat Bali dapat kita rasakan saat menyeberanginya menggunakan kapal dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Biasanya para wisatawan akan menyeberang saat matahari belum terbit agar bisa menikmati sunrise di atas kapal. Hal itu akan menjadi momen pembuka dari pesona bahari yang ditawarkan oleh Pulau Dewata Bali. Perpaduan antara deru ombak, suara kapal yang mulai bergerak meninggalkan Pulau Jawa, serta ditambah dengan keindahan langit yang memancarkan warna ketenangan menjadi bukti nyata indahnya pariwisata bahari Indonesia.

Tentu keindahan laut tidak hanya dilihat dari sisi visualnya saja, namun makna di dalamnya jauh lebih bermakna dari apa yang terlihat. Kebersihan fasilitas dan kecekatanan pelayanan yang tersedia menggambarkan bahwa masyarakat yang menjadikan laut sebagai sumber mata pencaharian menjalankan kewajiban dengan baik untuk  tetap menjaga kebersihan dan kelestarian dari laut itu sendiri. Hal ini terlihat nyata pada apa yang terjadi dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang hingga Pelabuhan Gilimanuk. Laut yang tampak sehat dan terurus menjadikan kehidupan masyarakat yang bergantung kepadanya akan ikut sejahtera pula.

Pendapatan daerah Pulau Dewata Bali persentase terbesar ada pada sektor pariwisata yaitu sebanyak hampir 90% menurut kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun.  Pariwisata di Pulau Dewata setiap tahunnya selalu mengalami pembaruan dan perbaikan dari segi pelayanan, fasilitas, dan akomodasi untuk para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Keelokan alam yang selalu dijaga baik oleh masyarakat setempat, terutama adat dan istiadat yang ada menjadikan Pulau Dewata Bali selalu menjadi tujuan utama para turis mancanegara yang ingin berlibur ke Negara Indonesia. Hal ini akan menghidupkan kehidupan masyarakat setempat dan memberdayakan sumber manusia dengan lebih optimal dalam menjaga sumber daya alam yang ada.

Batas wilayah Pulau Dewata Bali sendiri merupakan sebuah perairan, jadi tidak heran jika destinasi yang ditawarkan pada wisatawan lokal maupun mancanegara banyak berupa destinasi wisata bahari seperti pantai. Pantai menjadi salah satu sektor pariwisata yang sangat diagungkan keindahannya dan telah dikelola baik oleh pemerintah sebagai bentuk investasi untuk menunjang pendapatan daerah Pulau Bali. Mungkin jika mendengar kata pantai di Pulau Dewata Bali, kita akan tertuju pada Pantai Nusa Dua maupun Pantai Kuta yang sudah menjadi iconic dari Pulau Bali ini sendiri.

Namun, di samping itu terdapat pantai dengan pesona bahari yang tak kalah epic dari kedua pantai yang sudah disebutkan sebelumnya. Pantai Melasti yang terletak di Desa Ungasan, Kuta Selatan menawarkan keindahan bahari yang tersembunyikan. Bak satu kali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Pantai Melasti menawarkan banyak sekali destinasi wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara dalam satu kunjungan sekaligus. Di antaranya yaitu: taman angsoka, tebing kembar, kori agung, anjungan watu gangga, serta wedding facilities. Daya tarik dari pantai ini sendiri yaitu keindahan pasir putih yang terpapar di sepanjang garis pantai serta letak Pantai Melasti yang sedikit ekstrim yang berada di balik bukit kapur yang menjulang tinggi serta terdapat urugan dari materi serupa yang diletakkan di bibir pantai untuk mencegah abrasi.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh masyarakat setempat terutama dalam sektor perairan Pulau Dewata Bali menjadi tindakan penting dalam menjaga kebersihan dan keasrian laut Bali. Laut di Bali tidak hanya digunakan sebagai destinasi wisata yang bersifat hiburan, namun juga digunakan dalam proses keagamaan warga setempat.

Hal ini akan sering kita jumpai ketika berlibur di Pantai Melast maupun Pantai lainnya yang ada di Pulau Bali ini. Jadi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa kehidupan laut dapat menjadi peranan penting yang harus dijaga turun-temurun demi kehidupan keberlanjutan masyarakat Bali. Bagaimana? tertarik dan penasaran bukan untuk mengunjungi langsung destinasi bahari yang ditawarkan oleh Pulau Dewata Bali!

Tidak perlu jauh-jauh untuk mengeksplorasi keindahan alam perairan karena di Indonesia sendiri banyak surga bahari yang masih tersembunyi. Sebagai manusia yang baik,  kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan tidak merusak kealamiannya. Begitulah bentuk terimakasih kita sesama makhluk hidup di bumi, sebab alam yang kita jaga sekarang nantinya akan menjadi bekal kehidupan untuk generasi selanjutnya!***

Artikel Terkait

Persaingan Nelayan Versus Perusahaan Perikanan Raksasa

Pada September 2022, laporan Greenpeace Asia Timur berjudul “Fake My Catch – the unreliable traceability in our tuna cans” menemukan bahwa kapal-kapal perikanan Taiwan yang memasok hasil tangkapan ke merek makanan laut Amerika Serikat, Bumble Bee, melalui perusahaan pengolah tuna, Fong Chun Formosa (FCF), diduga melakukan penangkapan ikan ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia dalam rantai produksinya.

Tanggapan