Terhubung untuk Melindungi Lautan bersama Mahasiswa Semarang dan Yogyakarta

Tim LautSehat.ID menggelar acara dan berdiskusi bersama kaum intelektual di kampus yang berada di Semarang dan Yogyakarta pada 10 Juni hingga 15 Juni 2024. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merayakan momen Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) dan upaya aktif LautSehat.ID untuk menyuarakan lautan sekaligus memberdayakan masyarakat pada wilayah pengetahuan dan kemampuan menulis.

Dengan tema “Terhubung untuk Melindungi Lautan” kunjungan ini dikemas dengan sebuah kegiatan “Seminar dan Diskusi” untuk memperkuat jejaring antara LautSehat.ID, Greenpeace Indonesia dengan masyarakat yang lebih luas, menjaring kontributor baru, berbagi pengetahuan tentang berbagai macam isu laut di Indonesia serta berbagi tips dan trik kepenulisan artikel digital dalam mendukung kampanye perlindungan lautan.

Terdapat 6 kampus yang berhasil dikunjungi, di antaranya Undip, Unnes, UIN Walisongo, UGM, UNY, dan UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini mendapat perhatian yang antusias dari para mahasiswa.

Di kampus Undip, kegiatan ini dibantu oleh organisasi mahasiswa MDC Ilmu Kelautan undip dan BEM Undip sebagai panitia penyelenggara dan diikuti oleh 61 peserta yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa. Di kampus Unnes, kegiatan dibantu oleh BEM KM Unnes dan berhasil diikuti oleh 38 peserta. Sementara di kampus UIN Semarang, kegiatan diselenggarakan dengan dibantu oleh Lembaga Surat Kabar Mahasiswa, AMANAT dan berhasil diikuti oleh 38 peserta.

Kunjungan di Yogyakarta tim LautSehat berkunjung ke kampus UGM, kegiatan berhasil diselenggarakan dengan dibantu oleh organisasi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM dan Kelompok Studi kelautan Pascasarjana Biologi. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dan umum dengan jumlah total 41 peserta.

Di kampus UIN Sunan Kalijaga, kegiatan berhasil diselenggarakan dengan dibantu oleh Lembaga Pers Mahasiswa ARENA dan berhasil diikuti oleh 42 peserta. Terakhir, di kampus Universitas Negeri Yogyakarta yang bekerja sama dengan UKM Madawirna dan UKPM Natas USD dan berhasil diikuti oleh 41 peserta.***

Artikel Terkait

Persaingan Nelayan Versus Perusahaan Perikanan Raksasa

Pada September 2022, laporan Greenpeace Asia Timur berjudul “Fake My Catch – the unreliable traceability in our tuna cans” menemukan bahwa kapal-kapal perikanan Taiwan yang memasok hasil tangkapan ke merek makanan laut Amerika Serikat, Bumble Bee, melalui perusahaan pengolah tuna, Fong Chun Formosa (FCF), diduga melakukan penangkapan ikan ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia dalam rantai produksinya.

Tanggapan