Mengapa Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia Tinggi?

Marine Mega Biodiversity disematkan bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi dan terbesar di planet ini. Hal ini juga diakui oleh para peneliti di dunia.

Potensi yang tinggi tersebut merupakan kekayaan yang disediakan alam yang memungkinkan dimanfaatkan oleh manusia dalam menunjang kehidupannya.

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman yang ada pada makhluk hidup. Keanekaragaman hayati dapat dilihat dari tingkat genetik, spesies atau tingkat ekosistem.

Keanekaragaman hayati laut di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia bahkan diketahui bahwa memiliki sumber dari Indonesia. Sementara itu di Indonesia sendiri keanekaragaman hayati tetap jauh lebih tinggi dari kedua samudra tersebut dan dari semua negara di pesisir Samudra Hindia dan Pasifik.

Adapun jenis-jenis keanekaragaman hayati laut Indonesia antara lain:

  • Terumbu karang
  • Sumber daya ikan
  • Pertambangan dan energi
  • Tumbuhan laut
  • Invertebrata laut
  • Mamalia laut
  • dan lain-lain
ikan
Keanekaragam hayati laut jenis sumber daya ikan.

Indonesia adalah yang paling kaya dari segi jumlah ikan dan terumbu karang. Berkah keanekaragaman hayati laut yang berlimpah di Indonesia disebabkan oleh setidaknya empat faktor, yaitu:

  • Berada di khatulistiwa
  • Berbentuk kepulauan
  • Kaya dengan gunung berapi
  • Memiliki tampilan dasar laut yang beraneka ragam

Keanekaragaman hayati yang tinggi memungkinkan adanya lebih banyak sumber protein ,mineral, dan zat-zat penting bagi hidup manusia termasuk obat-obatan, semestinya Indonesia menjadi sangat hidup oleh adanya keanekaragaman hayati laut ini.

Seorang nelayan menyiapkan tuna loin di Laut Buru, Provinsi Maluku, Indonesia.

Seiring dengan kemajuan peradaban, tingkat pemanfaatan semakin tinggi, dan faktor-faktor lainnya yang saling mempengaruhi telah memberikan tekanan yang juga tinggi terhadap keberlangsungan keanekaragam hayati laut.

Oleh karena itu, manusia juga perlu berpikir yang tidak hanya tentang pemanfaatan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga ketersediaan dan keberlangsungan modal alam tersebut. Karena jika keanekaragaman hayati semakin tergerus maka kerugian akan kembali didapatkan oleh manusia itu sendiri.

Pengelolaan keanekaragaman hayati yang baik, berkelanjutan, dan bijaksana sangat penting untuk memastikan kelangsungan kebermanfaatannya dan melindunginya untuk generasi mendatang.***

Baca juga: Mengenal 12 Ekoregion untuk Menggambarkan Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia dan Prioritas Konservasi

Referensi: Diolah dari berbagai sumber.

Artikel Terkait

Persaingan Nelayan Versus Perusahaan Perikanan Raksasa

Pada September 2022, laporan Greenpeace Asia Timur berjudul “Fake My Catch – the unreliable traceability in our tuna cans” menemukan bahwa kapal-kapal perikanan Taiwan yang memasok hasil tangkapan ke merek makanan laut Amerika Serikat, Bumble Bee, melalui perusahaan pengolah tuna, Fong Chun Formosa (FCF), diduga melakukan penangkapan ikan ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia dalam rantai produksinya.

Overfishing dan Kekeringan Laut

Peningkatan suhu global menyebabkan peningkatan penguapan air dari permukaan laut, yang pada gilirannya meningkatkan konsentrasi garam dalam air laut. Kekeringan laut terjadi ketika air laut menguap lebih cepat daripada yang dapat digantikan oleh aliran air segar, seperti dari sungai-sungai atau curah hujan. Akibatnya, air laut menjadi lebih asin dan volume air laut berkurang.

Tanggapan