Rumput Laut dan Lamun, Apa Bedanya?
Rumput laut dan lamun sama-sama hidup di laut, berwarna hijau, dan sekilas tampak seperti tumbuhan. Keduanya juga melakukan fotosintesis serta menjadi bagian penting dari ekosistem pesisir. Karena kemiripan itu, rumput laut dan lamun kerap dianggap sebagai jenis organisme yang sama.
Padahal, keduanya berbeda secara mendasar. Rumput laut merupakan alga, sedangkan lamun adalah tumbuhan berbunga yang beradaptasi untuk hidup sepenuhnya di lingkungan laut.
Istilah rumput laut atau seaweed umumnya digunakan untuk menyebut alga berukuran besar atau makroalga yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Alga ini tidak termasuk tumbuhan berbunga.
Di Indonesia, alga yang dimanfaatkan sebagai rumput laut antara lain kelompok alga hijau, alga cokelat, dan alga merah.
Tubuh rumput laut juga tidak memiliki susunan organ seperti tumbuhan darat. Tidak ada akar, batang, dan daun sejati sebagaimana yang dimiliki tumbuhan berpembuluh. Bagian yang tampak seperti akar pada beberapa rumput laut sebenarnya merupakan holdfast, struktur yang berfungsi melekatkan tubuh alga pada batu atau substrat.
Rumput laut juga tidak mempunyai sistem pembuluh untuk mengangkut air dan nutrisi ke seluruh tubuh. Nutrisi dapat diperoleh langsung dari lingkungan melalui permukaan tubuhnya.

The Saya de Malha Bank is part of the Mascarene Plateau and located between Mauritius and Seychelles in the Indian Ocean. It is the largest seagrass meadow in the world and one of the biggest carbon sinks in the high seas. A team aboard the Greenpeace ship, Arctic Sunrise are on an expedition to the bank to contribute to a better understanding of the wildlife and diversity of the region and make the case for this area to be protected.
Berbeda dengan rumput laut, lamun merupakan tumbuhan yang memiliki akar, batang, daun, jaringan pembuluh, serta kemampuan menghasilkan bunga dan biji.
Lamun berevolusi dari tumbuhan darat yang kemudian kembali beradaptasi dengan kehidupan di laut. Maka itu, secara kekerabatan lamun justru lebih dekat dengan tumbuhan berbunga di daratan daripada dengan rumput laut.
Lamun memiliki akar dan rimpang yang tumbuh di dalam sedimen. Rimpang tersebut dapat menyebar secara horizontal dan menghasilkan tunas baru sehingga membentuk padang lamun.
Kemampuan membentuk akar dan rimpang membuat lamun memiliki peran penting dalam mengikat sedimen dasar perairan. Daunnya yang memanjang juga menyediakan permukaan bagi berbagai organisme kecil untuk menempel.
Sistem Reproduksi
Perbedaan lain antara rumput laut dan lamun terletak pada sistem reproduksi. Lamun merupakan tumbuhan berbunga sehingga dapat menghasilkan bunga dan biji. Selain reproduksi seksual, lamun juga dapat memperbanyak diri secara vegetatif melalui pertumbuhan rimpang.
Sementara rumput laut memiliki cara reproduksi yang beragam sesuai kelompok alga. Struktur reproduksinya pun tidak berupa bunga dan biji seperti tumbuhan berbunga.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kemiripan bentuk bukan berarti keduanya berasal dari kelompok organisme yang sama.
Mengapa Rumput Laut Tidak Memiliki Akar?
Pertanyaan ini mungkin muncul ketika melihat rumput laut menempel kuat di dasar laut. Jika tidak memiliki akar, bagaimana rumput laut bisa tetap berada di tempatnya?
Jawabannya adalah holdfast. Struktur tersebut berfungsi sebagai alat perlekatan, bukan akar untuk menyerap air dan nutrisi dari sedimen.
Lamun memiliki akar, daun, bunga, dan biji sejati, sedangkan alga tidak memiliki struktur tumbuhan berbunga tersebut. Dengan demikian, keberadaan struktur seperti akar pada rumput laut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akar dalam pengertian botani.
Rumput Laut dan Lamun Sama-sama Penting
Perbedaan biologis tersebut tidak berarti salah satunya lebih penting bagi laut. Rumput laut maupun lamun memiliki fungsi ekologis masing-masing.
Rumput laut menjadi produsen primer yang mengubah energi matahari menjadi bahan organik melalui fotosintesis. Beberapa jenis juga menjadi habitat, tempat berlindung, dan sumber makanan bagi organisme laut.
Lamun bahkan dapat membentuk hamparan luas yang dikenal sebagai padang lamun. Ekosistem ini menyediakan tempat berlindung dan mencari makan bagi berbagai organisme, termasuk ikan, krustasea, moluska, dan penyu.
Lamun juga membantu memperlambat pergerakan air dan menangkap partikel sedimen. Akar serta rimpangnya membantu menjaga kestabilan dasar perairan.
Padang lamun merupakan ekosistem produktif di wilayah pesisir dangkal dan menyediakan tempat berlindung serta sumber makanan bagi berbagai jenis ikan dan kerang.
Jadi, bagaimana membedakannya?
Cara paling sederhana adalah melihat struktur tubuhnya.
Jika organisme tersebut memiliki akar, rimpang, daun sejati, serta menghasilkan bunga dan biji, kemungkinan besar yang dilihat adalah lamun.
Sebaliknya, jika bentuknya menyerupai lembaran, pita, atau semak dan menempel pada substrat dengan holdfast tanpa memiliki akar, kemungkinan besar itu adalah rumput laut.
Perbedaan ini penting karena rumput laut dan lamun juga menghadapi persoalan pengelolaan yang berbeda. Rumput laut banyak dibudidayakan sebagai komoditas pangan dan bahan baku berbagai produk, sementara padang lamun merupakan ekosistem yang perlu dijaga karena menyediakan habitat dan berbagai fungsi ekologis.
Jadi, menyebut lamun sebagai “rumput laut” memang mudah dilakukan karena bentuknya sama-sama menyerupai tumbuhan. Namun, secara ilmiah keduanya merupakan dua kelompok organisme yang berbeda. Rumput laut adalah alga, sedangkan lamun adalah tumbuhan berbunga yang hidup di laut. [ ]
Tanggapan