Serial Hewan dan Tumbuhan Unik di Laut: Ikan Mola Mola, Anugrah bagi Nusa Penida, Bali 

Ikan Mola-mola yang populer dengan nama Sunfish (Ikan Matahari) memiliki bentuk yang khas yang pipih meninggi dan lonjong dari samping. 

Ikan ini sangat langka sehingga tak heran jika para penyelam memimpikan untuk bisa berjumpa dan mungkin mengabadikannya dalam bingkaian kamera.

Ikan Mola-mola dewasa bisa berukuran cukup besar (beberapa meter). Dilansir dari situs nusapenida.org ikan ini merupakan ikan terberat yang ada di dunia. Tubuhnya tumbuh sepanjang hidupnya mulai dari larva. Ikan ini termasuk ikan pelagis dan hidup di kedalaman, bahkan hingga 600 meter. 

Dilansir dari website KKP diuraikan meskipun tinggal di laut dalam Ikan mola-mola ini alergi dengan air dingin. Ikan mola-mola tidak dapat hidup pada suhu di bawah 12 derajat celcius.

Mola Mola di Nusa Penida / Foto: Akun Instagram @azizsealife.

Tidak seperti ikan-ikan lain pada umumnya, ikan mola-mola tidak punya sirip ekor. Namun, mereka punya sirip yang membentang dari atas sampai bawah (calvus). Oleh karena itu, ikan mola-mola tidak bisa berenang bebas melawan arus dan gerakannya cenderung lambat.

Asal Nama dan Makanan Ikan Mola Mola

Mola memiliki arti batu kilangan, batu bulat besar, datar dan abu-abu dalam bahasa Latin. Dalam bahasa inggris dikenal dengan nama Sunfish karena bentuknya yang bulat dan bergerigi dari bentuk siripnya (mirip ilustrasi pancaran cahaya matahari). Dalam bahasa Italia yaitu Pesce Luna, bahasa Spanyol yaitu Pez Luna, bahasa Portugis adalah Peixe Lua, bahasa Jerman adalah Mondfisch, dan dalam bahasa Prancis adalah Poisson Lune.

Ikan raksasa ini memakan ubur-ubur, zooplankton, cumi-cumi dan krustacea kecil dalam jumlah besar. Bahkan menurut artikel nusapenida.org satu ikan dengan berat 120 Kg harus memakan 70 Kg ubur-ubur setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya.

Tubuhnya biasa dihidupi parasit di dalam dan di bawah kulitnya. Hal ini juga menjadi penyebab atau dorongan terhadap perilaku musimannya berenang ke kedalaman yang lebih dangkal (naik ke permukaan). 

Ikan pembersih seperti ikan panji bersimbiosis membantunya untuk membasmi parasitnya. Terkadang juga memiliki perilaku membuka sisi-sisinya ke permukaan untuk memungkinkan burung laut memakan parasitnya.

Penulis artikel nusapenida.org bahkan bersaksi pernah melihat ikan Mola-Mola yang kecil di Nusa Penida melompati permukaan air yang merupakan sebuah upaya ekstrim dari Mola-Mola untuk mengeluarkan parasit pada tubuhnya.

Mola Mola dan Nusa Penida, Bali

nusa penida
Ikan kharismatik lainnya di Nusa Penida.

Banyak penyelam dari suluruh dunia datang ke Bali dan lebih tepatnya ke Nusa Penida hanya untuk bertemu dengan ikan Mola Mola.

Disini penyelam bisa bertemu Mola Mola secara teratur, dekat permukaan, antara bulan Juli dan Oktober setiap tahun. Para peneliti telah membuktikannya, bahwa rentang waktu itu mengikuti kenaikan musiman air dingin yang membawa serta nutrisi yang dinkenal dengan fenomena yang disebut upwelling.

Mola Mola dapat dijumpai di lokasi menyelam manapun di pulau Nusa Penida. Namaun ada tempat yang paling terkenal yaitu spot selam Crystal Bay. Di tempat ini anda bisa berada dekat dengan kanal antara Nusa Penida dan Nusa Lembongan dan masih terlindungi dari arus yang kuat. 

Imbauan Untuk Masyarakat

Pasar ikan di Busan, Korea Selatan.

Kerap ditemukan ikan ini terdampar, tersangkut sampah jaring nelayan, hingga tangkapan samping (bycatch). Sebagaimana dikutip dari situs CNN Indonesia, masyarakat diimbau oleh pemerintah untuk jangan memakan daging ikan Mola-mola karena banyak bakteri dan parasit di dalam tubuh ikan itu.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso mengatakan, untuk warga yang menemukan atau menangkap ikan jenis Mola-mola jangan sampai dijadikan konsumsi karena sangat berbahaya untuk kesehatan. Ia mengatakan, dari hasil beberapa nekorupsi bahwa di tubuh ikan Mola-mola terdapat banyak cacing, bakteri dan parasit serta jamur dan bila dikonsumsi akan sangat membahayakan.

Ia juga menyebutkan, bahwa sebenarnya ikan Mola-mola hidup di perairan dalam dan biasa muncul ke permukaan untuk menghangatkan tubuhnya sekaligus dengan perairan yang hangat itu bisa melepas jamur dan parasit ditubuhnya.

Baca juga: Pengasaman Laut dan Pemanasan Global Mengganggu Kawanan Ikan

Editor: J. F. Sofyan

Foto Thumbnail: Greenpeace

Sumber: Situs nusapenida.org , Situs KKP, Situs CNN Indonesia 

Rekomendasi Video: Akun Youtube Living dream by Nu Parnupong

Artikel Terkait

Persaingan Nelayan Versus Perusahaan Perikanan Raksasa

Pada September 2022, laporan Greenpeace Asia Timur berjudul “Fake My Catch – the unreliable traceability in our tuna cans” menemukan bahwa kapal-kapal perikanan Taiwan yang memasok hasil tangkapan ke merek makanan laut Amerika Serikat, Bumble Bee, melalui perusahaan pengolah tuna, Fong Chun Formosa (FCF), diduga melakukan penangkapan ikan ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia dalam rantai produksinya.

Penerapan Kampung Ikan Berbasis Teknologi Hatchery dalam Optimalisasi Percepatan Kemandirian Pangan Perikanan Nasional

Salah satu kisah sukses teknologi hatchery adalah hatchery skala rumah tangga (HSRT) yang terdapat dibagian utara Bali.

Teknologi ini dikembangkan oleh Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol Bali dan dengan pesat diterapkan oleh nelayan – nelayan setempat yang awalnya ingin mengadakan diversifikasi usaha dari perikanan budidaya secara tradisional ke perikanan budidaya skala industri seperti tambak dan keramba jaring apung.

Tanggapan